SamudraBacaMedia - seperti yang sudah kita tahu, setelah berakhirnya masa khalifahan khulafaur Rasyidin kehalifahan dipegang oleh bani Umayyah. khalifah pertamanya adalah Muawiyyah bin Abu Sufyan dan beribukota di Damaskus.kekuasaan bani Umayyah berlangsung selama kurang lebih 90 tahun. selama masa ini umat islam mengalami kemajuan di bidang ilmu pengetahuan seperti, ilmu keagamaan, ilmu linguistik, syair, ilmu teologi Islam, ilmu Sejarah, ilmu kimia dan kedokteran.
1. Ilmu Keagamaan
Banyak sekali ilmu keagamaan yang berkembang, namun yang paling
diprioritaskan oleh bangsa Arab sendiri adalah al-Qur’an, Ilmu Hadis dan Ilmu
Fiqh. Dari sini pula dimulainya penulisan ilmiyyah yang sangat relevan di
kalangan bangsa Arab, Madinah, Basrah, Kuffah, Fustat dan Damaskus yang
merupakan Pusat pergerakan keilmuan. Di tempat ini pula berkembangnya ilmu
Qiraat dan Tafsir. Saat itu, Ulama yang populer pada bidang ini adalah Nafi’
bin Abdul Rahman bin Abu Nuaim yang menetap di Madinah dan ada pula yang di
Makkah, seperti Ibnu Katsir (120 H) kemudian di Kuffah ada ‘Ashim bin Abu
al-Nujul (127 H) dan Abu ‘Amir di Damaskus (118).
Adapun ulama Hadis pada masa
umayyah yaitu, Sufyam ats-Tsaury yang menetap di Bashrah yang menulis kitab
al-Jami’ al Kabir (161 H), Abu Abdul Rahman al-Mughirah yang menulis kitab al-Sunan (159 H), Abul Malik bin Abdul
Aziz bin Juraih (150 H), Mughirah bin Muqsim al-Dhoby (136 H) yang menulis
kitab al-Faraid, Zaidah bin Qudamah al-tsaqafy, Makhul asy-Syamy (116 H) yang
menulis kitab al-Sunan dan Kitab al-Masail fi al-Fiqh, ada juga salah satu
Ulama hadis yang popular pada masa ini beliau Abdul Rahman ibnu ‘Amr al-Auza’I
(159 H) penulis dari kitab yang sama dengan makhul asy-Asyamy.
2. Ilmu Linguistik
Pada masa ini pula dibangun
sekolah-sekolah yang berbasis ilmu Nahwu yang dipelopori oleh Abu Aswad
al-Dually di Bashrah. Pembangunan ini didasarkan kekhawatiran hilangnya dan
kesalahan dalam Bahasa Arab kerena banyaknya orang Arab yang bergaul dengan
orang-orang Persia dan Romawi. Yahya bin Ya’mar, Insibah bin Ma’dan, Maimun
al-Aqran, Isa bin Amr ast- Astaqafy, mereka merupakan Linguis yang Populer. Ada juga Yunus
bin al-Habib dan al-Khalil bin Ahmad al-Farahidi mereka semua merupakan
murid-murid dari Abu Aswad ad-Dually.
3. Syair
Al-Khalil bin Ahmad al Farahidi
merupakan Tokoh Leksikologi Arab yang pertama menyusun kamus, agar memudahkan
pembuatan dan pengembangan syair. Penyair masa ini yaitu, Amr bin Abu Rabiah,
Ubaidillah bin Qois, Ibnu zaid al-Aswady, al-Farazdaq, abdul Malik bin a-Walid
DLL.
4. Ilmu Teologi Islam
Dimasa ini pula perkembangan
teologi islam sangat pesat, seperti Murjiah tokoh teologi pada masa itu adalah
Tsabit Qotnah (110 H) , ada juga al-Qodariyah dan al-Jabariyyah.
5. Ilmu Sejarah
Studi sejarah berpusat di
Madinah ketika itu, pusat kajiannya adalah perjalan hidup Rasulullah SAW,
peperangan dan kisah hijrah ke Habasyah dan Yastrib. Tradisi pernulisan sejarah
tidak bisa lepas dari Hadis-Hadis Nabi SAW, ada dua metode yang digunkan saat
itu yaitu, meninjau dari periwayatan Hadis dan penijauan terhadap Teks itu
sendiri. Ada kitab yang disebut dengan al-Magazi dan as-Sirah, dua kitab ini adalah hasil dari kompromi Hadis
dan Sejarah, lalu para sejarawan menyebarkannya untuk menjadi kurikulum di
sekolah-sekolah yang ada di Madinah dan Makkah pada tiga kelompok. Kelompok
pertama Ustman bin Affan (105 H) dan Urwah bin Zubair (92 H), lalu kelompok
kedua Abdullah bi Abu Bisyr al-Anshory (135 H) dan Amr bin Qotadah (120 H) dan
kelompok ketiga yaitu, Muhammad ibn Ishaq.
6. Ilmu Kimia dan Kedokteran
Pelopor ilmu Kimia saat itu
adalah Khalid bin Yazid bin Muawiyyah, beliau mendapatkan ilmu ini dari seorang
Rahib Alexandria, adapun ilmu kedokteran yang lebih popular dari kalangan kaum
Nasroni seperti, Ibn Astal belia merupakan dokter Muawiyyah bin Abu Sufyan dan
al-Hajjaj bin Yusuf ast-Tsaqofy.
Dikutip dari Kitab Mausu’ah
al-Tarikh al-Islamy fi al-Ashr al-Umawi.

